ISSN
SUBMIT MANUSKRIP
PANDUAN
| Panduan Penulisan |
| Fokus dan Cakupan |
| Peraturan Editorial |
UNDUHAN
| Template Jurnal |
| Surat Peryataan Penulis |
INDEKSASI



![]()
Visitor Counter
Editorial
Puji Syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas terbitnya Jurnal Persatuan Nasional Dewan Pengurus Pusat Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (JPN DPP PA GMNI). Terbitnya Jurnal Persatuan Nasional edisi perdana ini bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79, pada 17 Agustus 2024.
Jurnal Persatuan Nasional volume 1 nomor 1 menampilkan gagasan dan pemikiran lintas bidang baik pemerintahan, ekonomi, politik, hukum, sosial dan budaya. Para penulis di edisi perdana ini adalah alumni-alumni GMNI lintas generasi yang telah memiliki pengalaman empirik di berbagai medan perjuangan antara lain di pemerintahan, perguruan tinggi, pers, lembaga swadaya masyarakat, partai politik dan bidang perjuangan lainnya.
Gagasan, pemikiran, usulan dan rekomendasi dalam berbagai tulisan di Jurnal Persatuan Nasional merupakan upaya kami untuk turut aktif dan memberi kontribusi bagi berbagai sektor kehidupan bermasyarakat dan bernegara juga gerakan pemikiran intelektual di Tanah Air. Kami mengucapkan selamat membaca edisi perdana Jurnal Persatuan Nasional dan kiranya memberikan manfaat bagi kita semua.
Redaksi
Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hadirnya Jurnal Persatuan Nasional DPP PA GMNI edisi kedua. Kehadiran edisi perdana pada Agustus 2024 yang bertepatan dengan perayaan HUT ke-79 Kemerdekaan RI menjadi tonggak awal, dan kini langkah tersebut berlanjut dengan semangat baru.
Dalam Volume 1 Nomor 2, yang terbit pada Oktober 2025, jurnal ini menghadirkan gagasan dari berbagai bidang mulai dari politik, ekonomi, hukum, pemerintahan, sosial, hingga budaya. Para penulisnya merupakan alumni GMNI dan para intelektual kebangsaan yang telah mengasah pengalaman di pemerintahan, perguruan tinggi, media, lembaga swadaya masyarakat, partai politik, dan ruang perjuangan lainnya.
Edisi kali ini mengusung tema Demokrasi, Populisme, Kebudayaan, dan Kepemimpinan. Topik ini dipilih karena relevansinya dengan situasi bangsa saat ini, di mana praktik demokrasi terus diuji, populisme menguat, kebudayaan mengalami tarik-ulur identitas, dan kepemimpinan nasional dituntut semakin visioner. Tulisan-tulisan yang tersaji menawarkan analisis kritis sekaligus rekomendasi segar bagi penguatan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dengan hadirnya jurnal ini, alumni GMNI ingin menghidupkan kembali dinamika intelektual publik yang kerap terjebak pada arus hedonisme dan pragmatisme. Harapan kami, Jurnal Persatuan Nasional mampu menjadi ruang dialog produktif serta inspirasi bagi lahirnya gagasan yang membangun.
Selamat membaca edisi kedua ini, semoga memberikan manfaat, pencerahan, dan energi baru bagi kita semua.
Redaksi
Vivere Pericoloso dan Tantangan Indonesia Kontemporer
Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas terbitnya Jurnal Persatuan Nasional Volume 3 Nomor 1 Tahun 2026. Kehadiran edisi ketiga ini bertepatan dengan bulan yang memiliki makna historis dan ideologis bagi bangsa Indonesia. Pada bulan Juni, bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila sekaligus mengenang kelahiran Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia, Ir. Soekarno, yang mewariskan fondasi pemikiran kebangsaan, kemandirian, dan keadilan sosial bagi perjalanan republik ini. Dalam semangat tersebut, edisi kali ini mengangkat tema “Vivere Pericoloso”, sebuah istilah yang diperkenalkan Bung Karno dalam pidato kenegaraan pada 17 Agustus 1964. Secara harfiah, Vivere Pericoloso berarti “hidup dalam bahaya”. Namun bagi Bung Karno, istilah ini bukanlah ajakan untuk hidup dalam ketakutan, melainkan seruan agar bangsa Indonesia memiliki keberanian menghadapi tantangan zaman, berdiri di atas kaki sendiri, serta tetap teguh pada cita-cita kemerdekaan dan kepentingan rakyat.
Enam dekade lebih setelah pidato tersebut disampaikan, pesan Vivere Pericoloso justru menemukan relevansinya kembali. Dunia saat ini sedang memasuki era yang ditandai oleh ketidakpastian dan perubahan yang berlangsung sangat cepat. Konflik geopolitik, rivalitas ekonomi global, perang dagang, krisis energi dan pangan, perubahan iklim, hingga disrupsi teknologi digital dan kecerdasan buatan telah membentuk lanskap baru yang memengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan manusia.
Indonesia tidak berada di luar pusaran perubahan tersebut. Sebagai bangsa besar, Indonesia menghadapi tantangan yang tidak ringan. Ketimpangan sosial-ekonomi masih menjadi pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya terselesaikan. Transformasi digital menghadirkan peluang sekaligus ancaman. Arus informasi yang begitu deras sering kali diikuti penyebaran disinformasi, polarisasi sosial, dan menguatnya kecenderungan pragmatisme dalam kehidupan publik. Di sisi lain, bangsa ini juga dituntut untuk memperkuat ketahanan pangan, menjaga kedaulatan wilayah, merawat keberagaman, serta memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan terwujudnya keadilan sosial.
Dalam konteks inilah Vivere Pericoloso memperoleh makna baru. Ia bukan sekadar slogan historis, melainkan panggilan moral bagi bangsa Indonesia untuk tetap berani berpikir kritis, bertindak visioner, dan menjaga arah pembangunan nasional agar tetap berlandaskan Pancasila. Keberanian yang dimaksud bukan hanya keberanian menghadapi ancaman dari luar, tetapi juga keberanian melakukan refleksi dan koreksi terhadap berbagai persoalan yang masih menghambat terwujudnya cita-cita kemerdekaan. Edisi ketiga Jurnal Persatuan Nasional hadir sebagai bagian dari ikhtiar tersebut. Berbagai tulisan yang tersaji mengangkat beragam isu strategis yang berkaitan dengan ideologi, geopolitik, ketahanan pangan, nasionalisme, moderasi beragama, pembangunan sosial, hingga tantangan generasi muda di era digital. Keseluruhan tulisan tersebut merupakan upaya untuk membaca realitas secara kritis sekaligus menawarkan gagasan yang konstruktif bagi masa depan Indonesia.
Para penulis dalam edisi ini berasal dari berbagai latar belakang pengalaman dan profesi. Mereka adalah alumni GMNI, akademisi, praktisi pemerintahan, aktivis sosial, insan media, dan para pemikir kebangsaan yang memiliki kepedulian terhadap perjalanan bangsa. Keragaman perspektif tersebut memperkaya ruang dialog intelektual yang menjadi karakter utama jurnal ini. Sebagai organisasi yang lahir dari tradisi pemikiran Bung Karno, Persatuan Alumni GMNI meyakini bahwa perjuangan kebangsaan tidak hanya dilakukan melalui aktivitas politik dan gerakan sosial, tetapi juga melalui pengembangan gagasan, produksi pengetahuan, dan penguatan literasi publik. Karena itu, Jurnal Persatuan Nasional dihadirkan sebagai ruang perjumpaan pemikiran yang mendorong lahirnya refleksi kritis, analisis yang mendalam, dan rekomendasi yang dapat memberikan kontribusi bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Di tengah dunia yang semakin kompleks dan penuh ketidakpastian, Indonesia membutuhkan lebih banyak ruang dialog yang sehat, lebih banyak gagasan yang mencerahkan, dan lebih banyak keberanian untuk menjaga cita-cita persatuan nasional. Semangat Vivere Pericoloso mengingatkan kita bahwa sejarah tidak pernah dibangun oleh mereka yang memilih diam, melainkan oleh mereka yang berani berpikir, berjuang, dan mengambil tanggung jawab atas masa depan bangsanya.
Akhirnya, kami berharap kehadiran jurnal ini dapat memperkaya khazanah pemikiran kebangsaan, memperkuat wawasan ideologis, serta menginspirasi lahirnya generasi pejuang-pemikir dan pemikir-pejuang yang tetap setia pada cita-cita persatuan, kedaulatan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Selamat membaca.
Merdeka!
Redaksi
ISSN
PANDUAN
| Panduan Penulisan |
| Fokus dan Cakupan |
| Peraturan Editorial |
UNDUHAN
| Template Jurnal |
| Surat Peryataan Penulis |
INDEKSASI



![]()
Visitor Counter