STRATEGI POPULISM PROGRESSIVE MARHENIMSESOSIO DEMOKRASI DAN SOSIO – DIGITAL
Kata Kunci:
Populisme Kanan, Politik Identitas, Demokrasi Deliberatif, Sosio-Demokrasi, MarhaenismeAbstrak
Tulisan ini membahas meningkatnya populisme kanan di Indonesia yang memanfaatkan politik identitas berbasis rasial, keagamaan, dan kesukuan, yang berpotensi memperburuk polarisasi sosial. Populisme ini sering didorong oleh tokoh politik, pendakwah radikal, dan kelompok ekstrem, terutama melalui media sosial. Fenomena ini menunjukkan pergeseran dari politik kelas menuju politik identitas yang lebih sektarian, yang berisiko menumbuhkan ketegangan sosial. Dalam kerangka ini, ruang publik ideal menurut Jürgen Habermas seharusnya menjadi tempat untuk menciptakan keadilan sosial dan inklusivitas. Sebagai alternatif terhadap demokrasi liberal, tulisan ini mengusulkan konsep demokrasi deliberatif dan sosio-demokrasi, yang menekankan pentingnya partisipasi rakyat dalam diskursus politik untuk mencapai keadilan sosial. Demokrasi deliberatif fokus pada penguatan solidaritas sosial, sementara sosio-demokrasi menekankan kebebasan politik dan ekonomi yang adil bagi seluruh lapisan masyarakat. Dalam menghadapi populisme kanan, penting bagi kaum marhenis untuk memperkuat politik kelas dan mengedepankan narasi inklusif. Selain itu, peran media sosial dan kolabor
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Persatuan Nasional

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.