DEMOKRASI DIGITAL DAN MANIPULASI OPINI PUBLIK DI ERA ARTIFICIAL INTELLIGENCE
Kata Kunci:
demokrasi digital, disinformasi, literasi digital, artificial intelligence, manipulasi opini publikAbstrak
Abstrak
Demokrasi digital kerap dipahami sebagai perluasan ruang partisipasi warga negara melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, dengan asumsi bahwa teknologi mampu memperkuat transparansi dan inklusivitas politik. Namun, dalam konteks Indonesia, rendahnya literasi digital justru menjadikan ruang digital rentan terhadap disinformasi, misinformasi, dan manipulasi opini publik. Penelitian ini berangkat dari pertanyaan: bagaimana rendahnya literasi digital memengaruhi pembentukan opini publik, dan bagaimana artificial intelligence (AI) berperan dalam memperkuat praktik manipulasi dalam demokrasi digital. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis demokrasi digital sebagai medan relasi kuasa, pengetahuan, dan teknologi, serta mengungkap dampak penggunaan AI terhadap rasionalitas publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur dan analisis wacana kritis dengan kerangka teori ruang publik dan hegemoni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI mempercepat produksi kebenaran semu melalui otomatisasi narasi dan konten sintetis, sementara ketiadaan regulasi yang komprehensif serta lemahnya pendidikan literasi digital menyebabkan publik cenderung menerima informasi tanpa verifikasi kritis. Demokrasi digital dalam kondisi ini tidak mengalami keruntuhan melalui represi langsung, melainkan melalui normalisasi kebohongan yang diterima sebagai kebenaran dan membentuk kepatuhan massal.
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Persatuan Nasional

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.