PEMBELAJARAN SEJARAH SEBAGAI PRAXIS EMANSIPATORIS: PENDEKATAN PEDAGOGI KRITIS DAN EKONOMI KERAKYATAN DALAM MEWUJUDKAN KEADILAN SOSIAL
Kata Kunci:
demokrasi ekonomi, keadilan sosial, pedagogi kritis, pembelajaran sejarahAbstrak
Artikel ini bertujuan merekonstruksi pembelajaran sejarah sebagai praksis emansipatoris melalui integrasi pedagogi kritis dan perspektif ekonomi kerakyatan dalam kerangka keadilan sosial. Studi ini dilatarbelakangi oleh kecenderungan pembelajaran sejarah yang masih bersifat transmisif dan kurang memberikan ruang analisis terhadap relasi kuasa, distribusi sumber daya, serta dinamika ekonomi-politik yang membentuk perjalanan bangsa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan analisis kritis terhadap literatur internasional dan nasional yang relevan dalam bidang pendidikan sejarah, pedagogi kritis, dan ekonomi-politik pembangunan. Hasil kajian menunjukkan bahwa demokrasi prosedural tidak secara otomatis menghasilkan demokrasi ekonomi, sehingga pembelajaran sejarah perlu mengintegrasikan analisis struktur distribusi, kepemilikan, dan partisipasi sosial dalam setiap fase perkembangan historis. Artikel ini merumuskan model operasional pembelajaran sejarah berbasis pedagogi kritis dan ekonomi kerakyatan yang mencakup empat dimensi utama: analisis struktur, kontekstualisasi lokal, dialog kritis, dan orientasi demokrasi ekonomi. Model ini berkontribusi secara teoretik dengan mempertemukan kajian pendidikan sejarah dan ekonomi-politik pembangunan, serta secara praktis menawarkan kerangka kurikuler yang mendorong literasi demokrasi substantif. Dengan demikian, pembelajaran sejarah diposisikan sebagai medium transformasi sosial yang berorientasi pada perwujudan keadilan sosial dalam konteks Indonesia kontemporer.
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Persatuan Nasional

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.