RESPONS PUBLIK DI MEDIA TERHADAP KOMUNIKASI KEBIJAKAN PELINDUNGAN ANAK DI RUANG DIGITALan Pelindungan Anak di Ruang Digital
Kata Kunci:
Komunikasi Kebijakan, Agenda-Setting, Framing, PP TUNAS, Perlindungan AnakAbstrak
Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas strategi komunikasi pemerintah Indonesia dalam mensosialisasikan kebijakan PP Tunas melalui Kementerian Komdigi. Studi menggunakan pendekatan kualitatif dengan integrasi analisis konten kuantitatif terhadap 850 publikasi media selama periode 1 hingga 8 Maret 2026. Temuan menunjukkan keberhasilan pemerintah dalam mengamankan keunggulan narasi pertama dengan lonjakan publikasi mencapai 1.600 persen pada saat pengumuman resmi. Narasi perlindungan anak mendominasi 92 persen siaran pers resmi dan diadopsi sepenuhnya oleh media konvensional dengan nada netral-informatif. Strategi pembingkaian moral ini terbukti efektif meredam resistensi publik serta menenggelamkan kritik teknis terkait penggunaan VPN yang hanya muncul sebesar 1,7 persen di media sosial. Keselarasan pesan antara otoritas negara dan media massa memperkuat penetapan agenda nasional secara signifikan. Penelitian menyimpulkan bahwa penguasaan panggung informasi sejak fase awal menjadi prasyarat mutlak keberhasilan regulasi digital yang bersifat restriktif. Kontribusi studi ini memberikan landasan bagi pengembangan manajemen reputasi institusi dan akuntabilitas informasi dalam tata kelola digital masa depan.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Persatuan Nasional

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.