MENIMBANG PENTINGNYA HALUAN NEGARA BAGI INDONESIA RAYA
Kata Kunci:
Haluan Negara, Konstitusi negara, GBHN, visi pembangunan nasional, sistem presidensial, geopolitikAbstrak
Indonesia perlu visi pembangunan yang terencana, berkelanjutan dan menyeluruh tidak hanya mengikuti masa periodesasi Presiden dan setelah presiden berganti maka berubah lagi arah pembangunannya. Visi pimpinan nasional menjadi sesuatu yang sangat penting. Pasalnya, dalam kontek bernegara dibutuhkan adanya visi, yaitu arah yang dibutuhkan setiap orang yang berada di dalamnya untuk menjalankan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Hal lainnya, Visi juga merupakan Sebuah gambaran mental yang dapat memberi inspirasi, membangkitkan antusiasme, memacu semangat, memperkuat komitmen, dan menggerakkan ke arah kehidupan yang lebih baik.
Kesadaran berbangsa dan bernegara perlu melihat potensi yang dimiliki berdasar pada geografi politik yang ada. Sebagaimana pendapat Napoleon, politik negara berada dalam geografinya, Begitu pula Bismarck berpendapat, Hanya satu hal yang tidak pernah berubah dalam politik-Politik negara yaitu geografinya dan Bung Karno menyampaikan, jika manusia Indonesia tidak lagi peka dan memahami potensi besar geopolitiknya maka ia akan tetap jatuh menjadi bangsa Kuli yang menjadi kuli di antara bangsa-bangsa. Keberadaan haluan negara sangat penting manakala pembangunan Indonesia saat ini dihadapkan pada problem diskontinuitas dan diskonektivitas. Sangatlah jelas dalam perspektif menimbang pentingnya haluan negara kembali menjadi haluan dalam berbangsa dan bernegara di Republik Indonesia. Pasalnya, jangan sampai kemajuan Indonesia menjadi ‘jalan ditempat’.
Ketergesa-gesaan dan tidak menerapkan prinsip kehati-hatian dalam kontek bernegara adalah dengan menghapus GBHN dengan rasionalisasi bahwa di dalam sistem Pemerintahan Presidensil yang menjadi program pembangunan adalah program-program Presiden terpilih yang disampaikan pada saat kampanye pemilihan Presiden. Persoalannya kemudian adalah penyelenggara negara yang begitu kompleks tidak bisa hanya diserahkan hanya pada satu cabang kekuasaan negara yaitu Presiden tapi juga perlu melibatkan seluruh komponen negara dari representasi politik, daerah maupun golongan yang sangat beragam.
Perlunya haluan negara diakomodasi lagi dalam konstitusi sangat beralasan dan memiliki dimensi yang urgen jika secara jernih melihat kembali potensi yang dimiliki oleh bangsa Indonesia yaitu modal sosial, politik dan modal ekonomi dari letak strategis geopolitik Indonesia. Sehingga konstitusi dalam sebuah negara, keberadaannya harus mampu menjawab kebutuhan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Persatuan Nasional

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.